Gambar oleh Al-Fayyadl di Facebook dan diolah oleh Redaksi.

Suatu siang, tanggal 28 Desember 2016 tepat pukul 12.47, Muhammad Al-Fayyadl, penulis buku Filsafat Negasi, menulis monolog dalam status facebooknya. Berikut bunyi monolog tersebut:

 

Sudah 11 tahun teks ini bersama penerbitnya, LKiS, mengarungi lautan tafsir pembacanya, juga jatuh-bangun kreatif penulisnya. Di LKiS pula penulisnya belajar banyak, sesuatu yang tak akan pernah terhapus oleh hutang-budi apapun.

Tahun depan (2017), teks ini akan berlabuh di penerbitnya yang baru, Cantrik Pustaka, penerbit indie yang dikelola militan oleh sejumlah anak muda lulusan pesantren.

Kemungkinan, tidak akan ada perubahan banyak. Pengantar Goenawan Mohamad (GM) tetap dipertahankan, meski selepas segala badai dan ngarai terjal di antara kami. Tak lain semata demi menghargai setitik tilas sejarah, agar kita tak mudah melupakan sesuatu hanya karena kita tak suka. Menegasikan pemikiran GM tak cukup dengan membuang pengantar dari halaman buku. Menegasikannya adalah kerja kritik dan militansi teoretik.

(Sebagian fragmen pengantar GM ini muncul di bukunya, “Tuhan dan Hal-hal yang Tak Selesai” (2007), tanpa seizin dan sepengetahuan penulis. Pemuatan ulang pengantarnya di cetakan baru ini, anggap suatu balasan yang “impas”, tanpa mengurangi hak-haknya sebagai penulis, yang sudah dipenuhi dengan baik oleh LKiS. Namun GM berhak berkeberatan, andai kelak berkeberatan, atas pemuatan ulang ini.)

Terima kasih kepada LKiS yang menjadi sahabat perjalanan teks ini, Mas Akhmad Fikri AF, juga Bung Sirr Ahmala Akoncok Paek, dan kawan-kawan di percetakan. 11 tahun bukan waktu yang pendek untuk sebuah kebersamaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here