Adanya mitos memperlihatkan kekayaan spiritual dan batin yang diberikan alam kepada manusia. Mitos merupakan media pendidikan yang efektif dalam mentransfer makna dan kearifan lokal yang ada di suatu komunitas yang terintegrasi dengan alam. Mitologi memungkinkan terjadinya harmonisasi antara manusia dengan alam. Tujuan dari mitos sejatinya untuk membangkitkan kesadaran individu akan dimensi spiritual yang merupakan bagian alami dari manusia.
PUSPA AQIRUL MALA, Magister Lingkungan dan Perkotaan, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
Peran petani perempuan sering terpinggirkan, dengan terbatasnya akses terhadap sumber daya, serta diskriminasi dalam pengelolaan lahan dan hak atas tanah. Identitas gender juga memainkan peran besar, di mana stigma terhadap perempuan yang bercerai atau menjadi ibu tunggal memperburuk isolasi sosial dan peluang untuk berkembang. Ekofeminisme mendorong solidaritas antar perempuan untuk saling mendukung dalam memperjuangkan hak-hak mereka dan membangun pemberdayaan yang lebih setara dan adil.
FITRIYA DESSI WULANDARI, Kandidat Doktor Universitas Negeri Yogyakarta
Dualisme Cartesian yang kerap memisahkan manusia dan alam, telah memberikan konsekuensi yang merugikan. Terlebih, pemahaman hierarkis demikian kerap kali melegitimasi laku-laku eksploitatif terhadap alam. Inilah yang berusaha dibongkar oleh Warren. Kritiknya mencakup pandangan kontraktual yang merugikan alam yaitu, menganalisis kembali etika fundamental terkait bagaimana manusia telah menguasai alam tanpa pertanggungjawaban.
ATU FAUZIAH, Master UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Konsentrasi Islam dan Kajian Gender
… bau busuk sangat menyengat yang disebabkan oleh PT. RUM dalam memproduksi serat rayon selama bertahun-tahun, telah merampas semua hak warga yang hidup di sekitar pabrik, khususnya perempuan, anak anak, manula, dan disabilitas. Tuntutan warga untuk penutupan pabrik adalah masuk akal, mengingat dampak pencemaran telah mengakibatkan menurunnya capaian Tujuan Pembanguan Berkelanjutan (SDGs) yang menjadi komitmen dunia untuk membangun peradaban manusia yang lebih baik.
KANIA BENING RAHMAYNA, Magister Studi Pembangunan, Fakultas Ilmu Interdisiplin, UKSW Salatiga
