Representasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ia berkelindan dalam banyak aktivitas kita, mulai dari cara kita memandang diri sendiri, orang lain, objek, dan dunia di sekitar kita. Melalui representasi, identitas tak sekadar ditampilkan, tetapi juga dikonstruksi, dinegosiasikan, bahkan dipertentangkan. Buku Media dan Identitas: Stereotipe, Beban Representasi, dan Politik Identitas mengajak pembaca untuk memahami dan mendedah interrelasi antara praktik representasi media dan formasi identitas dalam suatu konteks sosio-kultural.
Media adalah arena politis di mana reproduksi sistem dominasi dalam konteks gender, seksualitas, ras, kelas, etnis, maupun kategori perbedaan lainnya dipraktikkan. Namun di sisi lain, media juga bisa menjadi ruang representasi di mana resistansi dan politik identitas diartikulasikan. Buku ini menyajikan tulisan-tulisan yang membahas isu-isu politik representasi media dan identitas dengan perspektif Kajian Budaya dan Media dengan prisma teori berparadigma kritis seperti teori dari Stuart Hall, bell hooks, Richard Dyer, Wendy Brown dan pemikiran kritis lainnya.
Tulisan-tulisan dalam buku ini dibagi ke dalam dua bagian yaitu Stereotipe dan Beban Representasi dan Menggugat Peliyanan: Resistansi dan Politik Identitas, dua ranah yang menunjukkan betapa makna, bahasa, dan budaya selalu berkelindan dengan kuasa, termasuk dalam proses konstruksi identitas di ruang media.
