Buku ini membahas fenomena politik afek dalam lanskap media, khususnya media digital, dalam bingkai kajian budaya dan media. Selama ini, afek kerap dihubungkan dengan kondisi mental individu dalam kerangka psikologis. Namun, sejalan dengan perkembangan Affective Turn sejak akhir 1990-an—ditandai dengan karya-karya Gilles Deleuze dan Félix Guattari, Brian Massumi, Eve Kosofsky Sedgwick, atau Sara Ahmed—afek mulai dipahami dalam bingkai sosiokultural, ekonomi, dan politik, serta diposisikan sebagai praktik kultural yang dapat dikaji dengan perspektif kritis.
Tulisan-tulisan yang terangkum dalam buku ini memposisikan afek sebagai praktik kultural yang dipengaruhi, memengaruhi, dibentuk dan membentuk tindakan-tindakan komunikatif dalam lanskap media digital dan infrastruktur Web 3.0 yang ideologis di Indonesia.
